Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut harus dimulai sejak balita. Pada usia ini anak sedang dalam pertumbuhan yang pesat sehingga membutuhkan gizi optimal untuk mendukung proses tumbuh kembang. Agar zat gizi pada makanan dapat diserap dengan baik diperlukan gigi geligi yang sehat supaya anak dapat mengunyah dengan sempurna. Selain itu, dua pertiga wajah, -mulai dari dasar mata sampai ke dagu- ditentukan oleh rahang. Pemberian ASI dapat merangsang pertumbuhan rahang.
Gigi yang berlubang akan menimbulkan rasa sakit , terutama waktu mengunyah sehingga membuat anak takut untuk makan dan cenderung memilih makanan yang lembut. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan rahang dan pola makan yang tidak seimbang. Gigi berlubang disebabkan beberapa faktor yaitu makanan (terutama karbohidrat, glukosa, sukrosa), bakteri, waktu dan gigi itu sendiri. Anak-anak sangat suka makan-makanan manis yang mudah melekat pada gigi. Padahal mereka belum mampu memelihara kebersihan gigi dan mulutnya sendiri. Kebiasaan minum susu botol, terutama sebelum dan selama tidur juga memperbesar resiko gigi berlubang.
Selain gigi berlubang, masalah gusi dan bentuk rahang juga sering dikeluhkan. Kelainan pada gusi dapat berupa pembengkakan karena infeksi dari gigi yang dibiarkan berlubang, luka-luka pada gusi karena kekurangan vitamin C, dan luka karena tertembus akar gigi susu/gigi sulung. Kebiasaan buruk yang sering dilakukan anak-anak, antara lain menghisap ibu jari, menggigit bibir bawah dan bertopang dagu, bila dilakukan dalam waktu yang lama, akan mengakibatkan terjadinya kelainan pada gigi dan rongga mulut sehingga akan mempengaruhi bentuk rahang anak